Buat eloe pada yang udah lama nungguin album baru Linkin Park, penantian loe kayaknya bakal segera selesai. Setelah 14 bulan ngendon di dapur rekaman, akhirnya album berjudul Minutes of Midnight bakal keluar 14 Mei ini.Gw beruntung banget bisa dengerin album itu di acara pers junket di Sunset Marquis Hotel & Villas, Los Angeles, AS, 21 Maret. Di jalan, gw coba dengerin album-album mereka yang dulu. Buat perbandingan, bro. Gosipnya, mereka punya sound yang baru. Begitu nyampe hotel, gw disalamin ama Chester Bennington (vokalis) yang nunjukkin listening station buat dengerin album mereka bareng-bareng. Bentuknya sama kayak kamar hotel mewah lainnya, cuma ada tambahan dua belas headphone.
Buat gw, dengerin Minutes of Midnight rasanya kayak naik roller coaster. Temponya cepet banget berubah antara lagu satu dan lagu lain. Loe gak bakalan bisa nebak gimana bentuk sebuah lagu pas loe dengerin pertama kali. Lagu pertama, "Wake", dimulai dengan slow dan dreamy dengan suara drum yang tambah lama tambah kenceng. Intronya, menurut gw, cocok banget ama judulnya. Loe tau kan rasanya waktu kita baru mau akan bangun dari tidur. Sama sekali gak ada vokal selama lagu dan tiba-tiba gw sadar, nih dia nih kenapa dibilang ada new sound dalam album baru mereka.
Ini yang disebut Mike, "It’s almost schizophrenic". Jelas banget kalo mereka nyoba-nyoba make banjo, gitar, mellotron, amps, sampai marimba. Suaranya nggak kayak di album-album mereka sebelumnya dan bukan nu-metal. Tapi, biar gitu, loe tetep ngerasa kalau "ini emang Linkin Park".
Gw paling suka sama lagu keempat. Judulnya "Bleed it Out". Suara tepuk tangan dipadu gitar dan suara Chester yang teriak berkali-kali "Bleed it out, diggin deeper just to throw it away" bikin lagu itu rasanya pas banget buat gw. Lagu berikutnya, "Shadow of the Day", langsung ngebalik tempo dengan iramanya yang lambat dan suara pelan. Si Mike sempet cerita, kalau mereka sempat lebih dari lima puluh kali ganti bunyi dalam lagu ini. Lagu ini bikin loe jadi pengen nyalain lighter atau ngangkat HP loe setinggi mungkin sambil ngegerakkinnya kiri-kanan ngikutin irama lagu pas lagi konser.
Habis itu, ada lagu "What I've Done" yang lumayan slow dan kerasa "mainstream banget". Liriknya yang berbunyi "in this farewell, there is no blod, there is no alibi" bikin gw ngebayangin, mereka lagi ngucapin selamat tinggal ke LP yang lama. Inilah Linkin Park yang sekarang. Kayak kata Mike, album ini emang punya terobosan dalam sound mereka. Pengennya, album ini lebih diterima di mainstream tanpa kerasa boring.
Sempet juga sih terlintas pikiran, "Is it the same band?" It is, but it’s not. Mereka tambah dewasa. Loe bakal tetep denger teriakan Chester atau Mike yang nge-rap. Tapi, teriakan itu udah gak sekeras dulu lagi. Beda seh, tapi kalau menurut gw, jadinya lebih baik. Suaranya beda banget yang bikin gw jadi susah ngecap album mereka ini masuk ke aliran musik mana. They’ve successfully reinvented themselves.

No comments:
Post a Comment